Kamis, 28 Januari 2010

How To Teach A Dragon and How To Do Manohara at the same time

dragon and manohara . .

damn !

what's the relation ??

dragon is a creature who has a hot breath , big wings , spooky face , and also has kinda 'roaaarrrr' voice . .

while manohara is . .

manohara is . .

a girl who has been abused sexually, mentally, and phsycally by her husband . .

see ??

what's the relation between dragon and manohara ??

waaiiiiiitttttttt aaaaa miiinnnnuuuuutttttttteeeeeeeeeeee !!!

...........................................................................................................................................

*the author is having two way monologues in front of mirror

............................................................................................................................................

ahahahah ,,

my mistake !

manohara in this context is MAkan NOngkrong Huru hARA ! yihaaaa . .

okay , let's do this again . . . in Indonesian . . .

and am so serious now !!

naga dan manohara ??

How To Teach A Dragon and How To Do Manohara ??

well , anda harusnya ikut saya ke ciwalk pada hari minggu 17 januari 2010 . . dan anda akan tau bagaimana mengajari seekor naga dan bagaimana melakukan manohara di saat yang bersamaan . . dan kisahpun dimulai . .

Footage 'How To Teach A Dragon" 59 minutes only , ditayangkan di Ciwalk XXI pada hari minggu 17 Januari 2010 . .

karena inih masi footage , jadi beberapa scenes bentuknya masi kasar . .

pelm ini berbentuk 3D . .

bukannya sombong , tapi saya pake kacamata 3D lhooo . .

tuh tuh . . saya yang ditengah . . bukan yang lagi gg pake kacamata ituh . . siapah ituh ?? tak kenal saya . . fu fu fu ,,

selagi saya lagi mu berkenalan sama yg gg pake kacamata ituh , kita lanjutkan pada footage yg cuma 59 menit ituh . .

pelm ini bercerita tentang bangsa viking yg terkenal liar , kuat , kekar , macho , maskulin , kasar , berjanggut dan berkumis , dan selalu menggunakan topi yg punya 2 tanduk . .

dan tokoh dr pelm inih adalah Hiccup , yg amat sangat jauh dari kesan bangsa viking .

Hiccup berobsesi dapat membunuh naga , karna di desanya , membunuh naga berarti segalanya , semacam pembuktian diri . Saat sedang terjadi serangan naga di desanya, Hiccup- menggunakan senjata buatannya-mencoba untuk memburu nightfury, salah satu jenis naga yang sangat sulit ditangkap dan belum pernah terlihat bentuk aslinya . Hiccup berhasil menembak si naga nightfury inih dan menemukannya di suatu lembah di dalam hutan dekat desanya . Dan dari situlah cerita 'How To Teach A Dragon' menanjak (silahkan definisikan sendiri arti kata 'menanjak' inih) .

Saat hendak masuk ke dalam bioskop , kita diberikan kupon haratis (baca: gratis) Popcorn dan Minuman Bersoda atau Tak Bersoda . Aihh , senangnyaahhh . . Bukannya sombong , tapi saya makan popcorn gratis dan minum minuman bersoda gratis !

wahh , ada wanita berrompi merah yang mana kayanya saya kenal sama rompi merah ituh . .

siapakah wanita ituh ??

aih aih , kakak saya ternyata , sodara-sodara !

fu fu fu ,,

dan , How To Do Manohara ??

ahh , come on !

are u kiddin me ?

when u r with me and those girls on the picture . . it's called MANOHARA !

have a superduper delicious MANOHARA !

THE END .

*sukses berakhir dgn garing*

Kamis, 02 April 2009

mati lampu

mati lampu .

tanpa lampu .

gelap gulita .

gundah gulana .

mencari sinar .

jd saya mencoba bercermin

dan menemukan sinar ..

sinar itu ada di mataku ..
*halah !

saya lalu sms salah satu sobad karib saya , namanya resthy . saya biasa memanggilnya dgn sebutan 'thay' yang adalah pendekan dari kata 'thayank' .
begini isi sms saya:

thay , mati lampu .

lalu tak lama kemudian , dia membalas sms saya:

can mayar mereun , thay .

saya jelas tidak terima .
mengapa saya tidak terima ?
alasan saya:
1. saya gg tau apakah ma"h suda bayar listrik apa belum .
2. yang mati lampu satu komplek rumah saya .
3. pa"h saya (tanpa saya tanya) bilang bahwa ada tiang listrik yang kena petir jadi lagi diperbaikin dulu .

tapi saya malas ngetik alasan" saya , jadi saya sms resthy begini:

la wong sekomplek kog , thay .. mati lampunya te ..

lalu dia balas sms saya seperti ini:

punya toa teu , thay ?

saya binun , selain emang saya gg punya toa , buad apa toa itu ?
lalu saya kirim sms begini:

jang naon toa te , thay ?

kurang dari semenit , resthy mengirim sms balasan seperti ini:

titah malayar tah orang sakomplekeun !





mati lampu .

gelap gulana .

nyari makanan ahh ,, nyari makanan maa gg usa pake lampu , pake idung ajja ..

sniff sniff ..

Kamis, 12 Februari 2009

dear my prince charming

sekarang , saya masi blun tau kamu ada dimana ..
bentuk , sosok dan rupamu kaya apa ..

tapi cukup antara kita aja , wahai pangeran berkuda putih ..
kamu ngga harus tampan .. walo sebenernya saya lebih suka jika kamu tampan , tapi bagaimanapun rupamu , kalo saya liad kamu , pasti saya tau kamu adalah pangeran yang saya cari selama ini ..

kalo kamu ngga punya kuda putih juga ngga apa , saya bisa terima kalo kamu ngapel pake mobil , motor , sepeda , ato mungkin jalan kaki .. tapi percayalah , pangeran ! rumah saya jauh kalo kamu jalan kaki ,, jadi saya saranin kalo kamu mu jalan kaki , mending pake ojeg aja .. cuma 3000 perak kog!

kamu juga ngga harus dari negeri antah berantah , mungkin aja sebenernya kamu ada di sekitar saya .. tapi tolong , kalo bisa jangan dari tetangga-tetangga rumah saya , sualnya tetangga-tetangga rumah saya terlalu tau hal-hal memalukan yang saya pernah lakuin waktu kecil dulu ..

kamu ngga harus ngerti saya , pangeran .. karna walaupun saya bilang saya ingin dimengerti tapi ada saatnya saya sendiri ngga ngerti diri saya sendiri . jika saya tiba-tiba diem , cemberut , alis ngerut , mata melotot , gigit bibir .. kadang bukan berarti itu saya lagi marah , mungkin saja saya sebenernya lagi ngeden .. jadi jangan terlalu dipikiran , pangeran .. suatu saat nanti , saat kamu suda beradaptasi , kamu bisa ngerti saya kog !

pangeran ,,
saya ini bukan putri dari kerajaan manapun ..
saya ini putrinya pak Hendra yang tinggal di gunung ..
saya ini egois dan manja ..
saya ini belun pinter masak , baru bisa mie , air buad mandi , air buad minum , telor ceplok/dadar , nasi goreng yang suka keasinan , seblak .
saya ini lebih suka makan daripada masak .

rambut saya ngga ada mirip-miripnya ama rapunzel , pangeran ..
jadi kemungkinan kamu ngga bisa manjat rambut saya buad naik ke loteng , karna bila itu terjadi , saya pasti kesakitan dan saya akan tampar kamu .
FYI , pangeran .. loteng kamar itu dipake sama mamah papah , jadi kalo mu ngapel mah lewad pintu depan aja yaa ? ngga usa manjat-manjat ..

pangeran , sebenernya masi banyak yang pengen saya tulis buad kamu ..
tapi , intinya dan kurang lebihnya suda saya sebutin di atas ..
kalo ada yang kamu ngga ngerti , tanya saya aja ..
hubungi saya , pangeran ! (tanpa kamu harus sms saya dengan awalan REG Nama Saya)
maka dengan senang hati , saya akan jawab pertanyaan-pertanyaan kamu . (kecuali pertanyaan tentang berat badan saya)

hubungi saya pangeran , jika kamu yakin bahwa saya adalah putrimu yang akan menemanimu sampai mati .

salam kecub hangad ..


_ur princess_

Senin, 09 Februari 2009

13 alasan kenapa saya tidak harus kurus

mari kawan-kawan ..
kita reveal 13 alasan kenapa saya tidak harus kurus ..

1. saya suka makan
2. pipi chubby saya itu luthu
3. perut saya suda terlanjur melendung , butuh waktu berpuluh-puluh bulan buad rata lagi
4. saya suka tidur
5. saya suka makan
6. denger-denger skr banyak juga kog yg suka ma cewe montok ! hahaha ,, (trus ly?)
7. masakan mamah saya enak-enak (mu pake demi Allah gag ? haha,,)
8. saya suka tidur
9. saya tipe orang yang malas bergerak
10. saya suka ngemil
11. kepala saya suka pusing kalo gag mam
12. pipi chubby saya itu enak dijadiin bantal (sudah terbukti dan disertifikasi oleh diri saya sendiri)
13. saya suka makan

nah , dengan begitu ..
saya memang tidak harus kurus .
jadi ,, mari kita makaaaaaaaannnn !!
bon apetite !

the day when i hate you

the day when i hate you , honey ..
it's not today , tomorrow, yesterday , or any other times .
it's not monday , tuesday , wednesday, or any other days .
it's the day when nobody knows when .

the day when i hate you ..
when you dont me call me all day long .
when you are too busy to send me messages .
when you fall to sleep and nobody can wake you up .

the day when i still hate you ..
when you say that you cant understand me at all .
when you say that you are so tired to hear what i feel .
when you say that you just hung up my phone call .

the day when i really hate you ..
when you ignore all my phone calls .
when you dont reply my messages .
when you just disappear .

the day when i hate you , honey ..
the day when i'm no longer in love with you .
the day when hatred and anger are bigger than love .
the day when i hate you ..

Rabu, 17 Desember 2008

tujuan saya

setelah berminggu-minggu saya merasa tidak punya tujuan , akhirnya kemarin hari rabu tanggal 17 desember 2008 kira-kira pukul 4 sore , saya tau tujuan saya .

tersesat dalam jangka waktu yang gag sebentar ,, dan kemarin akhirnya saya kembali . dengan penuh tujuan dan harapan baru .

JALAN TERPENDEK MENUJU SUATU TUJUAN ADALAH MELEWATI HAMBATAN .

kata-kata dari Mario Teguh dalam Golden Ways itu menjadi pegangan saya saat saya tersesat . dan saya menganggap bahwa saya tersesat itu adalah suatu hambatan dalam pencapaian tujuan saya .

tapi kemarin saya tersadar .
darimana saya tau kalo saya tersesat itu adalah suatu hambatan ? tanpa saya tau apa tujuan saya .

lalu berjalanlah minggu-minggu perjalanan saya yg lebih tersesat dari sebelumnya .
sedih , putus asa , hampa .
*ehmmm , itu gaya bahasa ..

lalu tiba tiba saja ! klik ! saya tau apa tujuan saya !
saat saya sedang belajar tari Saman yang dari Aceh itu loo ..
semua beban , tanda tanya , gelisah ..
melayang entah kemana !
digantikan sama perasaan bahagia yang entah datang dari mana .
saya tau , setelah berminggu-minggu menjadi kepompong , saya menjadi kupukupu lagi . untuk kesekian kalinya .

semua yang selama ini abu-abu ,, jadi jelas terlihat mana yang hitam dan putihnya .

tujuan saya ..
tidak pernah sejelas kemarin dan hari ini .

saya tidak tersesat lagi .
saya tau tujuan saya .

Selasa, 02 Desember 2008

Speak in English , please ??

Sabtu sore pertengahan bulan Oktober yang dingin. Angin dingin berhembus di luar sebuah restoran fast food di daerah Dago. Membuat suasana menjadi dingin. Saya dingin. Icha dingin. Kami kedinginan. Aku yang kebetulan lagi bareng Icha, janjian dari Jumat kemaren.
Jadi?

Kebetulankah jika kami memang janjian?

Pengen maen, kata si Icha yang saat itu pake celana panjang warna maroon dan kaos hitam dengan kerah V yang lahak.



saya dan icha saat kami sedang luthu-luthuna ,, icha saat di foto masi blun pake celana panjang berwarna maroon dan kaos hitam dengan kerah V yg lahak.

Kita lalu sengaja pergi nangkring ke sebuah restoran fast food di daerah Dago itu karena Cepi (mantan kekasih pria saya) berjanji dan bersumpah mati akan mentraktir kami es krim yang banyak sekali.

Dan Cepi menepati janjinya. Dia yang saat itu sedang dinas...

*Walaa, gaya pisan eta dinas! Kerja kok kerja! Heu...

Mentraktir kami sundae. Ahh, mantan kekasihku... Sungguh manis sekali dirimuh!

*Cuih!

Angin dingin berhembus di luar sebuah restoran fast food di daerah Dago. Kita makan sundae. Luar dalem dingin, booo!

“Haduhh, dingin pissaaannn!” komentar Icha yang saat itu pake celana panjang warna maroon dan kaos hitam dengan kerah V yang lahak. Saat itulah aku melihat dua buah eh dua orang cewek keturunan Tionghoa berjalan memasuki restoran fast food di daerah Dago tempat kami sedang nongkrong. Melihat pakaiannya yang terbuka dan minim, aku menanggapi komentar Icha dengan anggukan sambil berkata, “Iyya, dingin dingin gini malah ada yang pakeannya kebuka-buka gituh!”

“Dimana?”

“Ituhh! Di belakang kamuh!”

“Mana?”

“Nengok dulu ke belakang, dudul! Lu nanya ‘Mana?’ berapa kali juga kalo ngga sambil liat ke belakang mah percuma atuh! Dudul dasar!!”

“Hhoo, iya!” lalu Icha menengok ke belakang. “Yang mana?”

“Ichaaaa! Ampun dahh! Tinggi-tinggi buta!”

“Lohh? Apa hubungannya tinggi badan gua sama mata?”

“Yaa elu buta! Itu cewek dua dua ngga keliatan!”

“Yang manaaaaaa???”

“...”

“Ly, yang manaaa?”

“...”

Kedua cewek keturunan Tionghoa itu berjalan ke arah kami. Tepatnya, mendekati.

“Lilly Monyet! Yang mana?”

“Ini...h...” suaraku tiba-tiba tertahan tatkala (halah, eta gaya bahasa...) salah seorang dari dua cewek yang daritadi aku coba perlihatkan pada Icha menghampiriku dan berkata,

“@#*$$#@??”

Asli itu si guah cuma ngerti tanda tanyanya aja!
"
“@*$#%*@??”

“...”

“...”

Bahasa Indonesia atuh lah, mbak! Lieur yeuh!

“Excusme! Do you know where Rumah Mode is?”

Aahh, ngerti! Ngerti! Bahasa Inggris tohh! Ngomong kek daritadi! Sambil ini juga teh masih ngga ngerti dia ngomong apa. Loading ceritanya teh. Gugup juga ceritanya teh. Gimana ngga? La wong, sedetik yang lalu aku ngomongin mereka berdua!

“Excusme?” ituh sayah yang balik nanya, soalnya ngga jelas.

“Do you know where Rumah Mode is?” cewek itu mempronounciationkan Rumah Mode dengan benar, yaitu tanpa ‘e’ di belakang Modenya. Tapi dasar orang Sunda saya teh! Biasa ngomong Rumah Mode pake ‘e’ jadi ngga ngerti.

Tapi untungnya, Icha yang tadi nyaris buta nyari cewek-cewek itu, mengerti.

“Rumah Mode, Ly! Rumah MODEEE!!!” Icha bilang pake ‘e’ dibelakangnya. Ngarti guah kalo gitu mahh!

“Ooo, what do you mean is Rumah Mode, dont you?” sayah bertanya, dengan ajaibnya, lancar pada cewek itu. Juga mengatakan Rumah Mode dengan ‘e’ dibelakangnya.

“Yaa! Rumah Mode! Do you know where is it?” tanya cewek itu lagi dengan mengatakan Rumah Mode mengikuti sayah yang sebenarnya salah, pake ‘e’ dibelakangnya.

“Ah ya! You have toooooo...” mikir dulu sayah teh.

Emang Rumah Mode dimana?

Ahh, Setiabudi!

“You have toooooo...” mikir lagi dulu sayah teh.

Emang dari sini naek apah ke Setiabudi?

Kan jalanannya satu arah!

Harus jalan ke ujung jalan Sumur Bandung terus naek angkot Cicaheum-Ledeng yang ke arah mau ke Ledeng.

“You have toooooooo...” mikir lagi dulu lagi sayah teh.

Gimana ngomongnya?

You have to walk sampai ujung Sumur Bandung street then naek angkot Cicaheum-Ledeng?
Kok bingung ginih yahh?
Aku melihat Icha yang tampak mengerti aku sedang kebingungan tapi dia hanya membisu soalnya dia ngga terlalu bisa bahasa Inggris. Tapi kemudian, sambil nunggu saya mikir, Icha akhirnya berusaha membantu saya dengan mengatakan kepada kedua turis itu dengan bahasa inggrisnya yang superduper terbatas.

"Move! Move! Right! Right!" kata Icha. Berusaha begitu keras.
Tapi bagi saya, dia kayak tukang parkir.
Bukan itu tapi masalahnya. Kenyataannya, dia sama sekali tidak membantu saya. Dan kedua turis yang sempat mengalihkan tatapan dari saya ke Icha, kembali menatap saya, karena jelas-jelas mereka ngga ngerti Icha ngomong apa.

Kedua cewek itu kelihatan menunggu lanjutan kata-kata ‘You have tooo...’ sayah. Lalu akhirnya aku memutuskan untuk mengantarkan mereka jalan ke ujung jalan Sumur Bandung daripada repot-repot ngejelasin pake bahasa Inggris.

“Well, maybe i could take you to the blahblahblah...” ngga tau da aku teh mau ngomong apa. Tapi kayanya dua turis itu mengerti bahwa aku ingin mengantarkan mereka. Kenapa aku tahu bahwa kedua turis itu mengerti? Karena mereka bilang thank you very much ketika aku berdiri dari tempatku duduk tadi.

Aku lalu mengucapkan salam perpisahan pada Icha, aku juga bilang bahwa aku sangat senang telah bertemu dengannya dan berharap agar dia tidak pernah melupakan aku selamanya, yang lalu dijawab Icha, “He-euhlah! Buruan siah maneh!!”

*Arti kata-kata Icha: Iyah, cepetan yaa Lilly yang cantik!

Dalam perjalanan, kami ngobrol.
Arti 'ngobrol' :

Mereka nanya, saya jawab dengan terbata-bata.

Saya nanya, mereka jawab dengan sangat lancar sampai-sampai saya ngga ngerti.


Singkatnya, mereka berdua adalah turis dari Singapore (baca Singaporenya tanpa ‘e’). Datang ke Bandung Sabtu pagi dan akan pulang lagi ke Singapore Minggu sore.


Mereka bertanya berapa umur saya, masih muda yah, pelajar atau anak kuliahankah, berapa lama dari situ ke Rumah Mode, angkot ituh apah, naek angkot yang mana, kok banyak orang, lagi macet yah, kalo naik taksi gimana, kira-kira berapa lama taksinya nyampe, tau berapa nomer telepon taksinya, pake bahasa apa, berapa kira-kira bayarannya, gimana rahasianya saya bisa luthu sekali.

Ahhh ,,
Sayah cuma nanya asal negara mereka darimana eeh mereka nanya sayah banyak sekali. Syukur Alhamdulillah, sayah bisa jawab. Kadang terbata-bata kadang lancar.

*Lancar bagian ‘Yes/No’nya ajah maksudnya, hahaha...

Lalu akhirnya saya menawarkan diri supaya saya saja yang berbicara untuk memesan taksinya. Salah satu cewek itu dengan antusiasnya mengeluarkan hapenya dan memberikannya pada saya. Saya dengan pedenya langsung mencet-mencet nomer taksi seingat saya itu dan langsung menelepon.

“Halo?”

“Selamat sore, bu. Ada yang bisa dibantu?”

“Bisa mesen taksi ngga, mas?”

“Waduh, bisa mah bisa aja, bu. Tapi bukan ke sini.”

“Emang ini apah?”

“Ini pabrik kertas, bu!”

“Walaaa, salah euy!”

“Iyaa salah, bu... Atau ibu mau pesen kertas aja?”

“Hah? Ngga deh makasih!”

“Yakin, bu?”

“Bener, mas! Suwerrr! Makasih, mas!”

Saya tutup teleponnya. Kedua turis itu memandangku penuh harap, tapi aku tidak berkata apa-apa dan kembali memencet nomer taksi yang sedikit berbeda dengan ingatan sayah.

“Halo?”

“Selamat sore, bu. Dengan Dani. Ada yang bisa dibantu?”

“Ini bukan pabrik kertas kan, mas?”

“Hah?”

“Ngga, mas! Bisa mesen taksi ngga, mas?”

“Boleh tau no teleponnya, bu?”

“May i know your phone number?”

“Hah? Gimana, bu?”

“Bukan bukan, mas! Bukan ke mas!”

“Ooh!”

Si turis keliatan ngga inget nomernya.

“Ohh, nomer sayah aja, mas! 022-911xxxx...”

“Atas nama?”

“What is your name?”

“Hah? Gimana, bu?”

“Aduh, mas inih ge-er sekalih... Bukan ke mas...”

“Oh iya, maaf, bu!”

Si turis menyebutkan namanya, tapi sayah ngga ngerti. Jadi saya sebutin aja nama saya.

“Atas nama Melinda aja, mas!”

“...”

“Mas?”

“Ooh, ke saya, bu?”

“Haduh, masss...”

“Takut dibilang ge-er lagi, bu! Hehe... Atas nama siapa tadi, bu?”

“Melinda, masssss...”

“Dimana ibu ingin dijemputnya?”

“Di sebuah restoran fast food di daerah Dago...”

“Ooh, disitu yahh?”

*Ngerti gituh? Hahaha...

“Berapa lama, mas?”

“Baru 2 bulan, bu!”

“Hah? Apanya?”

“Saya kerja disini...”

“Yee si mas! Berapa lama kira-kira taksinya nyampe?”

“Ohh itu! Hehe, 20 sampai 30 menitan...”

“He says, maybe it will take 20 or 30 minutes, is it okay?”

Si turis mengangguk, si mas operator taksi diam. Ngerti kali sekarang mah.

“Ya udah, ngga apa-apa, mas! Ditunggu yaa, mas! Makasih!”

“Iya sama-sama, bu! Eh, bu! Bu!”

“Iya, mas?”

“How are you?”

“Sae, mas! Nuhun ahh!”

“Hahahahaha...”

Sayah tutup teleponnya ketika si mas mas operator taksinya masih ketawa. Lalu aku bilang ke mereka supaya nunggu taksinya di sebuah restoran fast food daerah Dago tempat mereka pertama kali bertanya padaku. Mereka mengangguk dan terlihat lega.

Saat kami kembali, Icha terlihat bingung.

“Kok lama? Kok balik lagi?”

Lalu aku bercerita pake bahasa Indonesia ke Icha. Dengan lancar. Dan merasa aman untuk mengeluh karena aku tahu kedua turis itu takkan mengerti kami. Lalu aku menawarkan kedua turis itu untuk duduk bersama kami, mereka menggangguk tapi mau mesen makanan dulu.

Sambil menunggu taksi, kedua turis yang sudah memesan makanan, duduk bersama kami. Kami mengobrol, Icha ikut berpartisipasi juga walaupun dengan bahasa Inggris yang sepotong-potong dan campur bahasa Indonesia. Lalu kami berfoto-foto pake kamera digital milik turis itu.

Lalu taksi pun datang, aku tiba-tiba bertanya apakah mereka punya friendster atau facebook, lalu mereka bilang punya facebook. Dengan buru-buru, dia mengeluarkan kartu namanya dan menulis alamat e-mail facebooknya di belakang kartu namanya. Lalu aku menerimanya dan kemudian menghampiri taksi yang sudah parkir itu. Setelah memberi instruksi pada supir taksi itu, mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil taksi. Dan terus-menerus mengucapkan thank you very much.

Aku dan Icha melambai penuh haru. Ada sedikit rasa sedih saat mereka pergi. Tapi toh, aku sudah punya alamat facebooknya. We will be keep in touch, won’t we?

Ciyyeeee, pake bahasa Inggris tuhh!

Speak in English, please!!
Hahaha...